PENILAIAN KESEHATAN 12 POHON IKONIS DAN BERNILAI SEJARAH DI KEBUN RAYA BOGOR

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Arief Noor Rachmadiyanto
Muhammad Rifqi Hariri
Enggal Primananda
Agus Suhatman
Ucu Kuswara

Abstrak

Konservasi ex situ merupakan salah satu upaya untuk mengatasi keterancaman dan kepunahan jenis tumbuhan di habitat alamnya. Kebun Raya Bogor merupakan lembaga konservasi ex situ yang memiliki koleksi pohon ikonis dan bernilai sejarah yang perlu dijaga kelestariannya. Penilaian kesehatan pohon merupakan teknik untuk mengidentifikasi kesehatannya, memberikan rekomendasi, dan mitigasi penanganannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai kesehatan 12 pohon ikonis dan bernilai sejarah koleksi Kebun Raya Bogor. Survei lapangan menggunakan metode purposive sampling pada pohon yang dikategorikan sebagai pohon ikonis dan bernilai sejarah. Teknik Penilaian kesehatan pohon dilakukan menggunakan dua cara yaitu secara visual (Forest Health Monitoring) dan teknologi gelombang suara sonic tomograph untuk mendeteksi tingkat pelapukan batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status kesehatan pohon ikonis dan bernilai sejarah termasuk kategori sehat (67%), kelas kerusakan ringan (25%), kelas kerusakan sedang (8%) dengan nilai rata-rata t/R ratio sebesar 0,82. Keseluruhan pohon dikategorikan aman, kecuali Koompassia excelsa dalam kondisi berbahaya (t/R ratio 0,28). Rekomendasi penanganan pohon ikonis dan bernilai sejarah adalah pengamatan rutin menggunakan metode visual (durasi 1–2 bulan) dan pengamatan menggunakan Sonic tomograph setiap tahunnya.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Cara Mengutip
Rachmadiyanto AN, Hariri MR, Primananda E, Suhatman A, Kuswara U. 2021. PENILAIAN KESEHATAN 12 POHON IKONIS DAN BERNILAI SEJARAH DI KEBUN RAYA BOGOR. Buletin Kebun Raya 24(3): 104-116. https://doi.org/10.14203/bkr.v24i3.745

Referensi

  1. Ahmad NI, Almuin N, Mohammad F. 2012. Ultrasonic characterization of standing tree. http://www.ndt.net/article/wcndt2021/papers/515_Ahmad.pdf.
  2. Bhambani K, Harsh NSK. 2012. Assessment of tree health along Trevor Road, New Forest Area, DehraDun a case study on tree health assessment. Lap Lambert Academic Publishing GmbH & Co. KG, kota? United Kingdom.
  3. Bignell DE, Abe T, Higashi M. 2010. Introduction to symbiosis. In: Abe T, Bignell D, Higashi M. (ed.) Termites: Evolution, Sociality, Symbioses, Ecology. Springer, Dordrecht. DOI: https://doi.org/10.1007/ 978-94-017-3223-9.
  4. Cambridge-dictionary. 2021. Iconic. https://dictionary.cambridge.org/dictionary/ english/iconic (diakses 11 November 2020).
  5. Chuang ST, Wang SY. 2001. Evaluation of standing tree quality of Japanese cedar grown with different spacing using stress wave and ultrasonic-wave methods. Journal of Wood Science 47: 245–253.
  6. CNN Indonesia. 2020. Mitos jembatan putus cinta dan pohon jodoh di Kebun Raya Bogor. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20201010122414-269-556820/mitos-jembatan-putus-cinta-pohon-jodoh-di-kebun-raya-bogor (diakses 17 Mei 2021).
  7. Coates PA. 2006. American perceptions of immigrant and invasive species: Strangers on the Land. University of California Press, Berkeley, California.
  8. Cortés Y, Rodríguez NL. 2016. Approaches to environmental economic valuation of Bogota heritage trees. VIIth GECAMB-Conference on Environmental Management and Accounting, The Portuguese CSEAR Conference, 3rd–4th November 2016, Barcelos, Portugal.
  9. Craig GM. 1991. The Agriculture of the Sudan. Oxford University Press, Oxford.
  10. Damanik MMB, Bachtiar EH, Fauzi, Sariffudin, Hanum H. 2010. Kesuburan tanah dan pemupukan. USU Press, Medan.
  11. Daston L. 2004. Type specimens and scientific memory. Critical Inquiry 31(1): 153–182. DOI: https://doi.org/10.1086/427306.
  12. Faqih F. 2013. Cerita pohon jodoh di Kebun Raya Bogor. https://www.merdeka.com/peristiwa/cerita-pohon-jodoh-di-kebun-raya-bogor.html (diakses 17 Mei 2021).
  13. Flood D, Bridge PD, Holderness M. 2000. Ganoderma diseases of perennial crops. CABI Publishing. Wallingford.
  14. Gocke L. 2017. Picus sonic tomograph, software manual Q74. Argus Electronic Gmbh. Kota? Germany.
  15. Hardjowigeno S. 2010. Ilmu tanah. Akademika Pressindo, Jakarta.
  16. Indonesian National Commission (INC) for UNESCO. 2018. Kebun Raya Bogor, Submission tentative list to world heritage list nominations. https://whc.unesco.org/en/tentativelists/6353/ (diakses 13 Desember 2020).
  17. Karlinasari L, Mardiyanti IL, Nandika D. 2011. Ultrasonic wave propagation characteristics of standing tree in urban area. Proceedings of the 17th International Nondestructuve Testing and Evaluation of Wood Symposium. 151–157.
  18. KBBI–Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2021. ikonis. https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/ikonis (diakses 29 Oktober 2021).
  19. Kusmana C, Hikmat A. 2015. Keanekaragaman hayati flora di Indonesia. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan 5(2): 187–198. DOI: https://doi.org/10.29244/jpsl.5.2.187.
  20. Mattheck C, Breloer H. 1994. Field guide for visual tree assessment (VTA). Arboricultural Journal 18(1): 1–23. DOI: 10.1080/03071375.1994.9746995.
  21. Mattheck C, Breloer H. 1996. The body language of trees: a handbook for failure analysis. H.M. Stationery Office, Michigan.
  22. Merriam-Webster. 2021. Iconic. https://www.merriam-webster.com/dictionary/iconic (diakses 11 November 2020).
  23. Mittermeier RA, Gil PR, Hoggmann M, Pilgrim J, Brooks T, Mittermeier CG, Lamoreux J, da Fonseca GAB. 2004. Hotspots revisited. earth's biologically richest and most endangered terrestrial ecoregions. Cemex Conservation Book Series, Conservation International.
  24. Mustafa M, Asmita A, Ansar M, Masyhur S. 2012. Dasar dasar ilmu tanah. Program Studi Agroteknologi Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar.
  25. Nuhamura ST, Kasno. 2001. Present status of forest vitality. In: Stuckle IC, Siregar CA, Supriyanto, Kartana J. (ed.) Forest health monitoring to monitor sustainability of Indonesian tropical rain forest: Volume II. ITTO and SEAMEO BIOTROP.
  26. Nyland RD. 2002. Silviculture: concepts and application second edition. McGraw-Hill, New York.
  27. Patrut A, von Reden KF, Alberts AH, Pohlman J, Wittmann R, Gerlach D, Xu L, Mitchell CS. 2007. Radiocarbon dating of a very large African baobab. Tree Physiology 27(11):1569–1574. DOI:10.1093/treephys/27.11.1569.
  28. POWO–Plants of the world online. 2021. Koompassia excelsa (Becc.) Taub. http://www.plantsoftheworldonline.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:501262-1 (diakses 17 Mei 2021).
  29. Priadi T. 2006. Degradasi fisis dan mekanis kayu oleh mikroorganisme di wilayah Kota Bogor. Jurnal Teknologi Hasil Hutan 19(1): 1–8.
  30. Prijono SN. 2010. Indonesia negara mega biodiversity di dunia. http://lipi.go.id/berita/indonesia-negara-mega-biodiversity-di-dunia-/5181 (diakses 10 Agustus 2021).
  31. Purnomo DW, Hendrian R, Witono JR, Kusuma YWC, Risna RA, Siregar M. 2010. Pencapaian Kebun Raya Indonesia dalam target 8 Global Strategy for Plant Conservation (GSPC). Buletin Kebun Raya 13(2): 40–50.
  32. Putra IE. 2004. Pengembangan metode penilaian kesehatan hutan alam produksi. Tesis. Sekolah Pascasarjana IPB, Bogor.
  33. Rachmadiyanto AN, Rinandio DS. 2019. Identifikasi kesehatan Intsia spp. pada konservasi ex-situ. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas 5(2): 383–389. DOI: 10.13057/psnmbi/m050242.
  34. Rachmadiyanto AN, Wanda IF, Rinandio DS, Magandhi M. 2020. Evaluasi kesuburan tanah pada berbagai tutupan lahan di Kebun Raya Bogor. Buletin Kebun Raya 23(2): 114–125. DOI: https://doi.org/10.14203/bkr.v23i2.263.
  35. Registrasi. 2020. Data registrasi Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya-LIPI. (data tidak dipublikasi).
  36. Rikto, Hermawan R, Kasno. 2010. Tipe kerusakan pohon hutan kota (studi kasus : hutan kota bentuk jalur hijau, Kota Bogor - Jawa Barat). Skripsi. Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata. Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor.
  37. Schwarze FWMR. 2000. Holzzersetzungsstrategeien von Pilzen und ihre Bedeutung fur die Fauledynamik im lebeden Baum. Habilitationsschrift Univ. Freiburg. Germany.
  38. Schwarze FWMR, Ferner D. 2012. Ganoderma on trees—differentiation of species and studies of invasiveness. Arboricultural Journal 27(1): 59–77. DOI: http://dx.doi.org/10.1080/03071375.2003.9747362.
  39. Schwarze FWMR, Fink S. 1994. Ermittlung der Holzzersetzung am lebenden Baum-Moglichkeiten und Grenzen verschiedener Diagnose-methoden zur Erfassung von Holzzersetzungsmustern. Neue Landschaft 39: 82–193.
  40. Sulistyantara B. 2014. Upaya menurunkan resiko pohon tumbang. Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan 1(1):7–11.
  41. Sumardi SM, Widyastuti. 2004. Dasar-dasar perlindungan hutan. Gadjah Mada University, Yogyakarta.
  42. Tallent-Halsell NG. 1994. Forest Health Monitoring-Field Methods Guide. EPA/620/R-94/027. U.S. Environmental Protection Agency, Washington DC.
  43. Turnip PP. 2019. Monitoring kesehatan pohon Tanjung (Mimusops elengi Linn) di kampus Universitas Sumatera Utara. Skripsi. Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara.
  44. Widyatmoko D. 2019. Strategi dan inovasi konservasi tumbuhan Indonesia untuk pemanfaatan secara berkelanjutan. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) ke-IV. Hal 1–22.
  45. Widyatmoko D, Risna RA. 2019. Toward the Indonesian redlist book: species priority setting for conservation of Indonesian threatened plants. International Conference on Biological Science (Advances in Biological Science: Respect to biodiversity from molecular to ecosystem for better human prosperity). Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 16th–17th October 2009.
  46. Yaacob WNAHWA, Hassan H, Hassan K, Nayan NM. 2016. The Morphology of heritage trees in Colonial Town: Taiping Lake Garden, Perak, Malaysia. Procedia – Social and Behavioral Sciences 222: 621–630.
  47. Zwart DC. 2018. Sonic tomography. The Bartlett Tree Research Laboratories. https://www.bartlett.com/ resources/Sonic-Tomography.pdf.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama