KARAKTERISASI STRUKTUR MORFOLOGI DAN VIABILITAS POLEN DARI LIMA KULTIVAR PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.)

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Eti Ernawiati
Gina Dania Pratami
Endah Setyaningrum
Grafina Kiascha
Dea Angellika

Abstrak

Pisang kepok (Musa paradisiaca L.) memiliki berbagai kultivar dengan genom yang berbeda-beda. Perbedaan genom tersebut memungkinkan munculnya variasi struktur morfologi dan viabilitas polen pada setiap kultivar pisang kepok. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang perbedaan karakter struktur morfologi dan viabilitas polen pada lima kultivar pisang kepok. Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi untuk memperoleh bahan tanaman di pekarangan warga Kota Bandar Lampung, Kabupaten Pesawaran dan Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Kultivar pisang kepok sebagai perlakuan (lima kultivar) dan tiga bunga pisang dari individu berbeda sebagai ulangan. Pembuatan sediaan morfologi polen menggunakan metode asetolisis, dan metode pewarnaan digunakan untuk mengetahui viabilitas polen. Hasil pengamatan menunjukkan empat kultivar yaitu kepok abu, kuning, manado, dan kapas memiliki polen dan satu kultivar yaitu kepok batu tidak memiliki polen. Indeks P/E terbesar terdapat pada kepok abu yaitu sebesar 0,946 dan terkecil terdapat pada pisang kepok kuning sebesar 0,888. Berdasarkan nilai indeks P/E untuk bentuk polen yaitu supbsperoidal dan tipe apertura yang ditemukan adalah inapertura. Viabilitas polen tertinggi terdapat pada pisang kepok kapas (44,45%) dan terendah pada pisang kepok manado (29,33%). Saat bunga mekar merupakan waktu di mana viabilitas polen tertinggi. Struktur morfologi polen dari empat kultivar pisang kepok memiliki struktur bentuk polen dan tipe apertura yang sama, viabilitas polen yang tidak berbeda nyata antar kultivar dan dipengaruhi oleh waktu penyimpanan bunga.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Cara Mengutip
Ernawiati E, Pratami GD, Setyaningrum E, Kiascha G, Angellika D. 2021. KARAKTERISASI STRUKTUR MORFOLOGI DAN VIABILITAS POLEN DARI LIMA KULTIVAR PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.). Buletin Kebun Raya 24(1): 35-41. https://doi.org/10.14203/bkr.v24i1.720

Referensi

  1. BPS. 2017. Produksi Pisang Menurut Provinsi (2011– 2016). Badan Pusat Statistik, Jakarta.
  2. Darjanto, Satifah S. 1982. Biologi Bunga dan Teknik Penyerbukan Silang Buatan. PT Gramedia, Jakarta.
  3. Dewi SP, Rahayu A, Rochman N. 2015. Morfologi bunga dan viabilitas sebuk sari berbagai aksesi pamelo (Citrus maxima (Burm.) Merr.). Jurnal Agronida (1): 37–45.
  4. Erdtman G. 1952. Pollen Morphology and Plant Taxonomy. Almqvist & Wiksell, Stockholm; Chonica Botanica Company, Waltham, Mass.
  5. Ernawiati E, Agustrina R, Irawan B, Nurhasana E, Kanedi M. 2018. Germplasm diversity of banana (Musa spp.) in the city of Bandar Lampung, Indonesia by type of genome and number of chromosome. Scholars Journal of Agriculture and Veterinary Sciences 5(4): 251–254.
  6. Hapsari L, Lestari DA. 2016. Fruit characteristic and nutrient values of four Indonesian banana cultivars (Musa spp.) at different genomic groups. Agrivita 38(3): 303–311.
  7. Heslop-Harrison J, Heslop-Harrison Y. 1970. Evaluation of pollen viability by enzymatically induced fluorescence; intracellular hydrolysis of fluorescein diacetate. Stain Technology 45(1): 115-120.
  8. Hesse MH, Halbritter R, Zetter M, Weber, Buchner R, Frosch-Radivo A, Ulrich S. 2009. Pollen Terminology: An Ilustration Handbook. Springer, Wien New York.
  9. Irawan B. 2011. Karakterisasi dan potensi pisang (Musa spp.) di Bandar Lampung. Skripsi, Jurusan Biologi, Universitas Lampung.
  10. Kapp RO. 1969. How to Pollen and Spores. WMc. Brown Company Publisher, Dubuque, Iowa.
  11. Knox GA. 1984. Estuarine Ecosystem: A System Approach. Vol. 1. CRC Press, Inc., Boca Raton.
  12. Lande ML, Yulianty, Puspitasari R. 2011. Keanekaragaman tanaman pisang (Musa spp.) di Kabupaten Pasawaran Propinsi Lampung. Prosiding Seminar Nasional Konservasi Tumbuhan Tropika: Kondisi Terkini dan Tantangan ke Depan. UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas–LIPI. Bogor ISBN: 978-979-99448-6-3.
  13. Mareta S. 2013. Studi morfologi serbuk sari beberapa varietas pepaya (Carica papaya). Skripsi, Universitas Negeri Padang.
  14. Mochtar F. 2018. Pembentukan buah dan benih cabai besar (Capsicum annuum L.) pada perakitan cabai hibrida dengan optimalisai waktu dan suhu penyimpanan pollen. Jurnal produksi tanaman 6(2): 252–259.
  15. Musita N. 2009. Kajian kandungan dan karakteristik ati resisten dari berbagai varietas pisang. Jurnal Teknologi Industri dan Hasil Pertanian 14(1): 68–79.
  16. Nirmala S, Kriswiyanti E, Darmadi AAK. 2013. Uji Viabilitas serbuk sari secara in-vitro kelapa (Cocos nucifera L. ”Rangda”) dengan waktu dan suhu penyimpanan yang berbeda. Jurnal Simbiosis 1(2): 59–69.
  17. Pandin DS, Tenda E. 2010. Viabilitas polen aren pada media buatan. Buletin Palma 39: 190–196.
  18. Prahardini PER, Yuniarti, Krismawati A. 2010. Karakterisasi varietas unggul pisang mas kirana dan agung semeru di Kabupaten Lumajang. Jurnal Plasma Nutfah 16(2): 126–133.
  19. Putra RI. 2017. Keanekaragaman karakter morfologi polen pada 10 Varietas Musa sp. Skripsi thesis, Universitas Airlangga. http://repository.unair.ac.id/ id/eprint/59976 (Diakses pada 16 april 2020).
  20. Retnoningsih A. 2009. Molecular based classification and phylogenic analysis of Indonesian banana cultivars. Dissertation, Bogor Agricultural Institute.
  21. Shivakumar CU, Gupta R, Thyagaraju MPC, Vishwanath K, Chakrabarty SK, Dadlani M. 2014. Pollen-pistil interaction in protogyny and self-incompabilitysystem of Indian Mustard (Brassica juncea (L.) Coss.). Grana 53(2): 103-110. DOI: 10.1080/00173134.2014.897750 (Diakses 26 September 2018).
  22. Shivanna KR, Linkens HF, Cresti M. 1991. Pollen viability and pollen vigor. Theorical and Applied Genetics 81: 38–42.
  23. Sobir C, Rozyandra K, Darma. 2005. Studi keragaman morfologi aksesi pisang koleksi dari Kabupaten Lampung Selatan. Floribunda 3(1): 1–28.
  24. Sulistiyono, Agus P. 2000. Ultrastruktur pollinia pada 10 spesies anggrek dalam substribus Aeridinae (Orchidaceae). Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
  25. Ulfa M, Dorly, Rahayu S. 2016. Perkembangan bunga dan uji viabilitas serbuk sari bunga lipstik Aeschynanthus radicans var. ‘Monalisa’ di Kebun Raya Bogor. Buletin Kebun Raya 19(1): 21–23.
  26. Ulhaq SSD. 2019. Karakterisasi struktur morfologi bunga dari berbagai kultivar pisang kepok (Musa Paradisiaca L.). Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA, Universitas Lampung.
  27. Walker D. 1999. Plant Growth Regulation. Springer, United Kingdom.
  28. Warid. 2009. Korelasi metode pengecambahan in vitro dan pewarnaan dalam pengujian serbuk sari. Skripsi, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor.
  29. Widiastuti A, Palupi ER. 2008. Viabilitas serbuk sari dan pengaruhnya terhadap keberhasilan pembentukan buah kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.). Biodiversitas 9(1): 35–38.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama