IDENTIFIKASI DAN FENOLOGI KOLEKSI Canarium hirsutum Willd. DI KEBUN RAYA BOGOR

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Lydia Natalia Endewip
Inggit Puji Astuti
Joko Ridho Witono
Sumanto

Abstrak

Canarium cf. hirsutum koleksi Kebun Raya Bogor vak Z.200–200a, berasal dari Sulawesi Utara, memiliki karakter morfologi yang berbeda dengan jenis Canarium lainnya. Karakter morfologi yang berbeda adalah adanya bulu-bulu cokelat dan tajam pada tangkai daun, helaian daun, pucuk tunas, dan kulit buahnya, serta tidak memiliki daun penumpu. Selain itu, kedua koleksi ini mengalami gugur daun. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nama jenis yang valid dari Canarium cf. hirsutum di vak Z.200 dan 200a beserta data fenologinya. Identifikasi dilakukan secara observatif, dengan pengamatan pada karakter morfologi daun, batang, bunga, buah, dan anatomi bunga. Selanjutnya dibandingkan dengan spesimen tipe, protolog, herbarium, dan literatur. Dari hasil reidentifikasi, kedua koleksi merupakan jenis Canarium hirsutum Willd. Kedua koleksi tersebut berumah dua (dioecious), pohon betina pada Z.200a dan pohon jantan pada Z.200. Kedua koleksi mengalami gugur daun, dua kali setahun, yakni pada Februari hingga Maret dan September hingga Oktober. Proses gugur daun terjadi selama 1–2 bulan, dan kondisi tanpa daun selama 7–10 hari. Pohon betina Z.200a menghasilkan bunga empat kali dan berbuah dua kali. Pohon jantan Z.200 menghasilkan bunga dua kali. Buah muda muncul 35 hari setelah muncul perbungaan. Perkembangan dari buah muda hingga panen selama 10 bulan. Perkecambahan biji sebanyak lima kecambah dari 18 buah (27,7%) yang disemai pada Maret 2020, dengan lama waktu 44–93 hari setelah semai. Penelitian ini perlu dilanjutkan khususnya terkait dengan karakter struktur bunga jantan dan betina, butiran polen, dan repestifnya kepala putik.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Cara Mengutip
Endewip LN, Astuti IP, Witono JR, Sumanto. 2020. IDENTIFIKASI DAN FENOLOGI KOLEKSI Canarium hirsutum Willd. DI KEBUN RAYA BOGOR. Buletin Kebun Raya 23(3): 162–172. https://doi.org/10.14203/bkr.v23i3.630

Referensi

  1. Ariati SR, Astuti RS, Supriyatna I, Yuswandi AY, Setiawan A, Saftaningsih D, Pribadi DO. 2019. An Alphabetical List of Plant Species Cultivated in The Bogor Botanic Gardens. Research Center for Plant Conservation and Botanic Gardens Indonesian Institute of Sciences, Bogor.
  2. Coronel RE, Engels JMM, Heller J. 1996. Pili nut. Canarium ovatum Engl. Promoting the conversation and use of underutilized and neglected crops. 6. Institute of Plant Genetics and Crop Plant Research, Gatersleben/ International Plant Genetic Resources Institute, Rome.
  3. Daly DC, Fine PVA. 2011. A new amazonian section of Protium (Burseraceae) including both edaphic specialist and generalist taxa. Studies in neotropical Burseraceae XVI. Systematic Botany 36: 139–149.
  4. Daly DC, Raharimampionona J, Federman S. 2015. A Revision of Canarium L. (Burseraceae) in Madagascar. Adansonia sér. 3, 37(2): 277–345. http://dx.doi.org/10.5252/a2015n2a2.
  5. Endress PK. 1996. Homoplasy in Angiosperm flowers. Pp. 303–325. In: Sanderson MJ, Hufford (eds.).Homoplasy: The Recurrence of Similarity in Evolution. Academic Press, San Diego.
  6. Federman S, Donoghue MJ, Daly DC, Eaton DAR. 2018. Reconciling species diversity in a tropical plant clade (Canarium, Burseraceae). PLoS ONE 13(6): e0198882. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0198882.
  7. Fernandez EC. 2000. Canarium L. In: Boer E, Ella AB (eds.) Plant resources of South-East Asia No 18: Plants producing exudates. Prosea Foundation, Bogor.
  8. Gupta P, Shivanna KR, Mohan-Ram HY. 1996. Apomixis and polyembryony in the guggul plant, Commiphora wightii. Annals of Botany 78: 67–72.
  9. Kennedy J. 2020. Harvard University Herbaria: Canarium hirsutum Willd. Harvard University Herbaria. Occurrence dataset https://doi.org/10.15468/o3pvnh accessed via GBIF.org https://www.gbif.org/occurrence/ 1999421133 (diakses pada 6 Juli 2020).
  10. Lawrence A, Hawthorne W. 2006. Plant Identification: Creating User-Friendly Field Guides for Biodiversity Management. Routledge, Taylor and Francis Group, Abingdon.
  11. Leenhouts PW, Kalkman C, Lam HJ. 1956. Burseraceae. Flora Malesiana: Canarium. Series 1, Vol. 5: 249–296. NV. Noordhoff-Kolff, Djakarta.
  12. Lemmens RHMJ, Soerianegara I, Wong WC (Eds.). 1995. Plant Resources of South East Asia 5(2) Timber Trees: Minor Commercial Timbers. Backhuys Publishers, Leiden.
  13. Pitopang R, Lapandjang I, Burhanuddin IF. 2011. Profil Herbarium Celebense Universitas Tadulako dan Deskripsi 100 Jenis Pohon Khas Sulawesi. UNTAD Press, Palu.
  14. Ramos-Ordon˜ez MF, Ma´rquez-Guzma´n J, Arizmendi MC. 2008. Parthenocarpy and seed predation by insects in Bursera morelensis. Annals of Botany 102: 713–722.
  15. Royal Botanic Gardens Kew Science. 2020. Plants of the world online: Canarium hirsutum Willd. www.plantsoftheworldonline.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:127357-1, 2020 (diakses pada 13 April 2020).
  16. Sari R, Ruspandi, Ariati SR. 2010. An alphabetical list of plant species cultivated in the Bogor Botanic Gardens. Indonesian Institute of Sciences Center for Plant Conservation Bogor Botanic Gardens, Bogor.
  17. Schaik CP, Terborgh JW, Wright SJ. 1993. The phenology of tropical forest: adaptive significance and consequences for primary consumers. Annual Review of Ecology and Systematics. 24: 353–377.
  18. Singh KP, Kushwaha CP. 2005. Emerging paradigms of tree phenology in dry tropics. Current Science 89(6): 964–975.
  19. Sivarajan VV, Robson NKB. 1991. Introduction to the principles of plant taxonomy. In: Davis RE (eds.). 2011. Wild plants: Identification, Uses and Conservation. Nova Science Publishers, Inc., New York.
  20. Stearn WT. 1983. Botanical Latin, History, Grammar, Syntax, Terminology and Vocabulary. 3rd Ed. Great David and Charles Publishers,Newton Abbot .
  21. Tesfaye G, Teketay D, Fetene M, Beck E. 2011. Phenology of seven indigenous tree species in a dry Afromontane forest, southern Ethiopia. Journal of Tropical Ecology 52(3): 229–241.