STUDI KESESUAIAN HABITAT Dicksonia blumei (Kunze) T.Moore DENGAN PENDEKATAN PENGINDRAAN JAUH DI KAWASAN HUTAN BUKIT TAPAK, BEDUGUL, BALI

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

I Dewa Putu Darma
Rajif Iryadi
Sutomo

Abstrak

Dicksonia blumei (Kunze) T.Moore merupakan salah satu jenis paku pohon yang diprioritaskan untuk dikonservasi sebagaimana yang diamanatkan di dalam CITES appendix II. Salah satu sebaran alaminya adalah Kepulauan Sunda Kecil dimana tercatat ada sepuluh spesimen D. blumei di Bali (Batukaru dan Bedugul). Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi mengenai kesesuaian habitat dan arahan lokasi untuk reintroduksi jenis D. blumei di Bukit Tapak, Bedugul, Bali. Permodelan dilakukan dengan metode maksimum entropi (Maxent). Data yang digunakan dalam penelitian adalah topografi, iklim dan tanah dimana tersebar titik D. blumei di Bali. Data tersebut kemudian digabungkan dengan data keberadaan Alsophila latebrosa sebagai salah satu inang tumbuh dari D. blumei di alam. Performa model menunjukkan hasil yang luar biasa dengan nilai training data Area Under the Curve (AUC) sebesar 0,997 dan nilai test data AUC sebesar 0,967. Variabel iklim yang paling dominan adalah b10 (rerata suhu pada quartal terpanas) yaitu 25,8%. Zonasi kesesuaian habitat D. blumei juga cukup luas yaitu ± 15 km2 pada kawasan Bedugul (Kabupaten Tabanan dan Buleleng). Detail titik lokasi untuk arahan reintroduksi/restorasi didapatkan dengan menggunakan interpretasi citra Pleaides melalui proses perhitungan statistik spectral library dari kanopi A. latebrosa. Hasil deteksi dengan pendekatan interpretasi citra Pleiades diperoleh akurasi sebesar 88%. Hasil penggabungan informasi kesesuaian habitat D. blumei dan titik sebaran A. latebrosa menunjukkan 28 titik lokasi di bagian barat daya hingga barat laut Bukit Tapak yang diprediksi sesuai sebagai lokasi reintroduksi D. blumei.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Cara Mengutip
Darma IDP, Iryadi R, Sutomo. 2021. STUDI KESESUAIAN HABITAT Dicksonia blumei (Kunze) T.Moore DENGAN PENDEKATAN PENGINDRAAN JAUH DI KAWASAN HUTAN BUKIT TAPAK, BEDUGUL, BALI. Buletin Kebun Raya 24(2): 93-103. https://doi.org/10.14203/bkr.v24i2.627

Referensi

  1. Adjie B, Kurniawan A. 2012. Dicksonia Timorense (Dicksoniaceaae), a hemi-epiphytic new species of tree fern endemic on Timor Island, Indonesia. Reinwardtia 13(4): 357–362.
  2. Armstrong DP, Seddon PJ, Moehrenschlager A. 2018. Reintroduction. Encyclopedia of Ecology 1: 458–466.
  3. Aslan A, Rahman AF, Warren MW, Robeson SM. 2016. Mapping spatial distribution and biomass of coastal wetland vegetation in Indonesian Papua by combining active and passive remotely sensed data. Remote Sensing of Environment 183: 65–81.
  4. Badan Informasi Geospasial. 2019. Data digital demnas Bali. http://tides.big.go.id/DEMNAS/. (diakses 10 Juli 2019).
  5. BPS Bali. 2020. luas wilayah dan letak geografis Pulau Bali dan kabupaten/kota. https://bali.bps.go.id/. (diakses 18 Agustus 2021)
  6. Brower JE, Zar JH. 1998. Field and Laboratory Methods for General Ecology. WMC brown, Iowa.
  7. Chapin FS, Matson PA, Vitousek PM. 2011. Principles of Terrestrial Ecosystem Ecology. Springer, New York.
  8. Congalton RG. 1991. A review of assessing the accuracy of classifications of remotely sensed data. Remote Sensing of Environment 37(1): 35–46.
  9. Crego RD, Didier KA, Nielsen CK. 2014. Modeling meadow distribution for conservation action in arid and semi-arid Patagonia, Argentina. Journal of Arid Environments 102: 68-75.
  10. Dale MRT. 1999. Spatial Pattern Analysis in Plant Ecology. Cambridge University Press, Cambridge.
  11. Darma IDP, Lestari WS dan Priyadi A. 2015. Habitat alami tumbuhan paku kidang (Dicksonia blumei (Kunze) Moore) di kawasan hutan Bukit Tapak Pulau Bali. Buletin Kebun Raya 18(1): 49–48.
  12. Darma IDP, Lestari WS, Priyadi A, Iryadi R. 2018. Paku epifit dan pohon inangnya di Bukit Pengelengan, Tapak dan Lesung Bedugul Bali. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam 15(1): 41–50.
  13. Girmansyah D, Santika Y, Retnowati A, Wardani W, Haerida I, Widjaya EI, van Balgoy MMJ. 2013. Flora of Bali: An annotated checklist. Yayasan Pustaka Obor Indonesia, Jakarta.
  14. Gogol-Prokurat M. 2011. Predicting habitat suitability for rare plants at local spatial scales using a species distribution model. Ecological Applications 21(1): 33-47.
  15. Hanum SF, Hendriyani E, Kurniawan A. 2014. Daerah penyebaran populasi dan habitat paku pohon (Cyathea spp. dan Dicksonia spp.) di Bali. Indonesian Forest Rehabilitation Journal 2(2): 111–122.
  16. Hartini S. 2006, Perkecambahan spora dan siklus hidup paku kidang (Dicksonia blumei Moore) pada berbagai media tumbuh. Biodiversitas 7(1): 85–89.
  17. Holttum RE. 1963. Cyatheaceae. Flora Malesiana Ser II 1 (2): 65–176.
  18. Hosmer DW, Lemeshow S. 2000. Logistic Regression. Second edition. Wiley-Interscience, New York.
  19. Iryadi R, Sadewo MN. 2015. Influence the existence of the Bali Botanical Garden for land cover change in Bedugul basin using landsat time series. Procedia Environmental Sciences 24: 158–164. https://doi.org/10.1016/j.proenv.2015.03.021
  20. Jensen J. 1995. Introductory to Digital Image Processing: A Remote Sensing Perspective. Prentice Hall, New Jersey.
  21. Kebun Raya Eka Karya Bali. 2019. Data primer registrasi Balai Konservasi Kebun Raya “Eka Karya” Bali mengenai curah hujan tahun 2019-2020. (diakses 27 Januari 2021).
  22. Kew Botanic Garden. 2021. Plants of the world online. www.plantsoftheworldonline.org/?q=Diicksonia%20blumei. (diakses 29 Januari 2021).
  23. Large MF, Braggins JE. 2004. Tree Ferns. Timber Press, Cambridge.
  24. Malanson GP, Resler LM, Butler DR, Fagre DB. 2019. Mountain plant communities: Uncertain sentinels? Progress in Physical Geography: Earth and Environment 43(4): 521–543.
  25. Niu Y, Yang S, Zhou J, Chu B, Ma S, Zhu H, Hua L. 2019. Vegetation distribution along mountain environmental gradient predicts shifts in plant community response to climate change in alpine meadow on the Tibetan Plateau. Science of The Total Environment 650: 505–514.
  26. O’Donnell MS, Ignizio DA. 2012. Bioclimatic Prediction for Supporting Ecological Applications in the Conterminous United States. USGS, Virginia.
  27. Phillips SJ, Dudík M. 2008. Modeling of species distributions with Maxent: new extensions and a comprehensive evaluation. Ecography 31: 161–175.
  28. Phillips SJ, Anderson RP, Schapire RE. 2006. Maximum entropy modelling of species geographic distributions. Ecological Modelling 190: 231–259.
  29. Philips SJ, Dudik M, Schalpire RE. 2021. Maxent sofware for modeling species niches and distribution (version 3.4.4). https://biodiversityinformatics.amnh.org/open_source/Maxent/ (diakses 6 Agustus 2021).
  30. Praptosuwiryo TN. 2003. Cibotium barometz (L.) J. Smith. In de Winter WP, Amoroso VB. (Ed.) Plant Resources of South-East Asia. Cryptogams: Ferns and Fern Allies. PROSEA Foundation. Bogor.
  31. Risna RA, Kusuma YWC, Widyatmoko D, Hendrian R, Pribadi DO. 2010. Spesies Prioritas untuk Konservasi Tumbuhan Indonesia Seri I: Arecaceae, Cyatheaceae, Nepenthaceae, Orchidaceae. Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor-LIPI, Bogor.
  32. Saatchi S, Buermann W, Ter Steege H, Mori S, Smith TB. 2008. Modeling distribution of Amazonian tree species and diversity using remote sensing measurements. Remote Sensing of Environment 112(5): 2000–2017.
  33. Sastrapradja, Afriastini SJJ, Darnaedi D, Widjaja EA. 1978. Jenis Paku Indonesia. Lembaga Biologi Nasional-LIPI, Bogor.
  34. Sukarman, Dariah A. 2014. Tanah Andosol di Indonesia: Karakteristik, Potensi, Kendala, dan Pengelolaannya untuk Pertanian. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Bogor
  35. Sumantera IW. 2004. Potensi hutan Bukit Tapak sebagai sarana upacara adat, pendidikan, dan konservasi lingkungan. Biodiversitas 5(2): 81–84. https://doi.org/10.13057/ biodiv/d050208.
  36. Sutomo S, Fardila D. 2013. Autecology of traditional medicine plant of Selaginella doederleinii Hieron in some areas of Mount Pohen Forest Batukahu Nature Reserve Bedugul, Bali. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam 10(2): 153–161.
  37. Sutomo S. 2021. Natural habitat of Bali starling (Leucopsar rothschildi) in Bali Barat National Park, Indonesia. Biotropia 28(2): 117–127.
  38. Walker C. 2013. Arbuscular mycorrhiza in the living collections at the Royal Botanic Garden Edinburgh. Sibbaldia11: 143–157.
  39. Widyatmoko D, Irawati. 2007. Kamus Istilah Konservasi. Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor- LIPI, Bogor.