AUTEKOLOGI Gonystylus macrophyllus (Miq.) Airy Shaw DAN G. velutinus Airy Shaw DI KELOMPOK HUTAN SUNGAI LIPAI-PELALAWAN, RIAU

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Marfuah Wardani
Nur Muhammad Heriyanto

Abstrak

Penelitian autekologi Gonystylus macrophyllus dan G. velutinus telah dilakukan di kelompok hutan Sungai Lipai-Sungai Pelalawan, Riau pada bulan April 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman, struktur tegakan, regenerasi, dan asosiasi pohon G. macrophyllus dan G. velutinus di kelompok hutan Sungai Lipai-Sungai Pelalawan, Riau. Pengumpulan data menggunakan plot bujur sangkar ukuran 100 x 100m (1 ha), dibagi menjadi 25 sub plot ukuran 20 x 20m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa G. macrophyllus dan G. velutinus dijumpai pada ketinggian antara 200 – 240 m dpl., di lereng bukit dengan topografi agak curam pada >10%, dan berkelompok. Komposisi vegetasi di sekitar pohon Gonystylus spp. yaitu pelajau (Pentaspadon motleyii Hook.f.) (INP= 21,2%), rambutan hutan (Nephelium lappaceum L.) (INP= 12,66%) dan petatal (Ochanostahys amentacea Mast.) (INP= 11,42%). Jenis yang berasosiasi paling kuat dengan G. macrophyllus dan G. velutinus adalah Pentaspadon motleyii, yang ditunjukkan oleh indeks Ochiai sebesar 0,63; diikuti Gironiera subaequalis Planch. (indeks Ochiai 0,55) dan jenis Trigoniastrum hypoleucum Miq. (indeks Ochiai 0,51). Regenerasi alami G. macrophyllus dan G. velutinus di lokasi penelitian tidak normal dimana tingkat semai tidak dijumpai, tingkat belta/pancang lebih besar dari pohon, dan keberadaan jenis ini sulit dijumpai di hutan.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Cara Mengutip
Wardani M, Heriyanto NM. 2021. AUTEKOLOGI Gonystylus macrophyllus (Miq.) Airy Shaw DAN G. velutinus Airy Shaw DI KELOMPOK HUTAN SUNGAI LIPAI-PELALAWAN, RIAU. Buletin Kebun Raya 24(2): 57-65. https://doi.org/10.14203/bkr.v24i2.615

Referensi

  1. Airy Shaw HK. 1953. Thymelaeaceae-Gonystyloideae. Flora Malesiana I 4(4): 349–365.
  2. Astria, R.M., Muin, A & Iskandar. (2015). Keberadaan ramin (Gonystykus bancanus (Miq) Kurz) di kawasan hutan lindung Ambawang Kecil, Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Hutan Lestari 3 (3): 354 – 362.
  3. Badan Pusat Statistik.(2018). Kampar Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Kabupaten Kampar. Propinsi Riau
  4. Balai Penelitian Tanah. (2018). Peta Tanah Pulau Sumatera, Riau. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. Bogor.
  5. Barstow, M. 2018. Gonystylus bancanus. The IUCN Red List of Threatened Species 2018: e.T32941A68084993. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2018-1.RLTS.T32941A68084993.en. Downloaded on 08 June 2020.
  6. CITES. (2014). Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora. Appendices I, II and III. Geneva. Switzerland.
  7. Dendang, B. & Handayani, W. (2015). Struktur dan Komposisi Tegakan Hutan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Jurnal Prosemnas 1 (4): 691-695.
  8. Dharmawan, I. W. S. & Samsoedin, I. (2012). Dinamika potensi biomassa karbon pada landskap hutan bekas tebangan di Hutan Penelitian Malinau. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 9(1), 12-20.
  9. Heriyanto, N.M., Samsoedin, I. & Bismark, M. (2019). Keanekaragaman flora dan fauna di kawasan hutan Bukit Datuk Dumai Provinsi Riau. Jurnal Sylva Lestari, 7 (1): 82-94.
  10. Heriyanto, N.M. I. Samsoedin & K. Kartawinata (2019). Tree species diversity, structural characteristics and carbon stock in a one-hectare plot of the protection forest area in West Lampung Regency, Indonesia. Reinwardtia 18 (1): 1-18.
  11. Heriyanto, N.M., Priatna, D., Kartawinata, K. & Samsoedin, I (2020). Struktur dan komposisi hutan di kawasan lindung Rantau Bertuah, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Buletin Kebun Raya 23 (1): 69-8.
  12. IUCN/International Union for Conservation of Nature. (2020). The IUCN Red List of Threatened Species. Version 2020-2. https://www.iucnredlist.org
  13. IBSAP. (2016). Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plant 2015 – 2020. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS. Jakarta
  14. Kartawinata, K., I. Samsoedin, N.M. Heriyanto & J.J. Afriastini. (2004). A tree species inventory in a one-hectare a plot at the Batang Gadis National Park, North Sumatra, Indonesia. A Journal on taxonomic botany, plant sociology and ecology. REINWARDTIA, 12 (2): 145-157.
  15. Kartawinata, K. (2016). Diversitas ekosistem alami Indonesia. Cetakan ke-2. Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
  16. Kusmana, C & Hikmat, A. (2015). Keanekaragaman flora di Indonesia. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 5. (2): 187-198. Doi: 10.19081/jpsl.5.2.187
  17. Ludwig, J. A., & Reynolds, J. F. (1988). Statistical Ecology. a Primer on Methods and Computing. New York: John Wiley & Sons. 337 p.
  18. Mansur, M., Hidayati, N. & Juhaeti, T. (2011). Struktur dan komposisi vegetasi pohon serta estimasi biomassa, kandungan karbon dan laju fotosintesis di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak. Jurnal Teknologi Lingkungan 12(2): 161?169.
  19. Mansur, M. & Kartawinata, K. (2017). Phytosociology of a lower montane forest on Mt. Batulanteh, Sumbawa, Indonesia. Reinwardtia 16(2), 77–92.
  20. Mawazin & Subiakto, A. (2013). Keanekaragaman dan Komposisi Jenis Permudaan Alam Hutan Rawa Gambut Bekas Tebangan di Riau. Forest Rehabilition, 1 (1): 59-73.
  21. Mueller-Dombois & Ellenberg (2016) Ekologi vegetasi: Tujuan dan metode (terjemahan Aims and Methods of Vegetation Ecology oleh K. Kartawinata & R. Abdulhadi). LIPI Press & Yayasan Pustaka Obor, Jakarta.
  22. Muin, A & Astiani, D. (2018). Population and vegetation structure of ramin (Gonystylus bancanus) in secondary forests of Ketapang District, West Kalimantan, Indonesia. BIODIVERSITAS. 19 (2): 528-534. DOI: 10.13057/biodiv/d190222.
  23. Posa, M. R. C., Wijedasa, L. S., & Corlett, R. T. (2011). Biodiversity and Conservation of Tropical Peat Swamp Forests. BioScience 61 (1): 49-57. DOI: 10.1525/bio.2011.61.1.10
  24. Ripin, Astiani, D., & Burhanuddin. (2017). Jenis-Jenis Pohon Penyusun Vegetasi Hutan Rawa Gambut Di Semenanjung Kampar Kecamatan Teluk Meranti Provinsi Riau. Jurnal Hutan Lestari 5(3): 807–813.
  25. Rosalina, Y., K. Kartawinata, Nisyawati, E. Nurdin & J. Supriatna (2014). Floristic composition and structure of a peat swamp forest in the conservation area of the PT National Sago Prima, Selat Panjang, Riau, Indonesia. Reinwardtia 14 ( 1 ): 193 – 210.
  26. Sadili, A., Kartawinata, K., Soedjito, H & E. Sambas (2018). Tree species diversity in a pristine montane forest previously untouched by human activities in Foja Mountains, Papua, Indonesia. Reinwardtia 17 (2): 133-154.
  27. Samsoedin, I & Heriyanto, N. M. (2010). Struktur dan komposisi hutan pamah bekas tebangan ilegal di kelompok hutan Sei Lepan, Sei Serdang, Taman Nasional Gunung Leuser, Sumatera Utara. .Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam 8 (3): 299-314..
  28. Sidiyasa, K., M. Mansur, T. Triono & I. Rachman. (2010). Panduan identifikasi jenis-jenis ramin (Gonystylus spp.) di Indonesia. ITTO CITES Project bekerjasama dengan Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam, Kementerian Kehutanan.
  29. Sheil, D., Kartawinata, K., Samsoedin, I., Priyadi, H. & Afriastini, J. J. (2010). The lowland forest tree community in Malinau, Kalimantan (Indonesian Borneo): results from a one-hectare plot. Plant Ecology & Diversity 3 (1): 59?66.
  30. Subiandono, E., M. Bismark & N. M. Heriyanto. (2010). Potensi Jenis Dipterocarpaceae Di Hutan Produksi Cagar Biosfer Pulau Siberut, Sumatera Barat. Buletin Plasma Nutfah Vol. 16 (1): 64-71.
  31. Tata, M.H.L & Pradjadinata, S. (2013). Regenerasi Alami Hutan Rawa Gambut Terbakar dan Lahan Gambut Terbakar di Tumbang Nusa, Kalimantan Tengah dan Implikasinya Terhadap Konservasi. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 10 (3): 327 – 342.
  32. Triono T, Mansur M, Waluyo EB, Sidiyasa K, Yafid B, Kalima L, Marfuah, Ismail, Arifin Z, Anggana. 2010. Evaluasi kelimpahan jenis, populasi, habitat dan status regenerasi beberapa jenis Gonystylus terpilih (non Gonystylus bancanus). ITTO Cites Project bekerjasama dengan Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam, Kementerian Kehutanan, Bogor.
  33. Wardani M. 2016. Identifikasi pohon Gonystylus dalam menunjang upaya konservasi. Proceeding Biology Education Conference 13(1): 624–631.
  34. Wardani M, Heriyanto N M. 2016. Autekologi damar asam Shorea hopeifolia (F. Heim) Symington di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung. Buletin Plasma Nutfah 21(2): 89–98. DOI: 10.21082/ blpn.v21n2.2015.p89-98.
  35. Wardani M, Astuti IP, Heriyanto NM. 2017. Analisis vegetasi jenis-jenis Dipterocarpaceae di kawasan hutan seksi I Way Kanan, Taman Nasional Way Kambas, Lampung. Buletin Kebun Raya 20(1): 51–64.
  36. Wasis B, Saharjo BH, Waldi RD. 2019. Sifat tanah mineral di kawasan hutan Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Jurnal Silvikultur Tropika 10(1): 40–44.